Seni Dalam Menjual

 
SENI DALAM MENJUAL ,,, !!!

"Bukan apa yang Anda lakukan, tetapi CARA Anda MELAKUKANnya" ~Ray Kroc~

Seorang pemuda Texas pindah ke California & melamar kerja di pusat pertokoan ternama.
"Apa kamu punya pengalaman sebagai sales?"
"Ya, saya sebelumnya adalah sales di Texas"
"Kau dapat memulainya esok. Saya akan melihat pekerjaanmu setelah toko tutup"

Hari pertamanya bekerja memang berat, namun ia dapat melaluinya dgn baik.

Sesudah toko tutup, bosnya menghampirinya,
"Berapa banyak pelangganmu hari ini?"

"Satu"

"Hanya satu? Penjual kami rata-rata menangani 20 sampai 30 pembeli perhari. Berapa jumlah penjualan tsb?"

"$101,237.64."

"Apa? $101,237.64? Apa saja yg berhasil kau jual? Sejak pusat pertokoannya dibuka, belum pernah ada rekor penjualan sales sebesar itu."

"Mula-mula saya menjual kail ukuran kecil pada pembeli itu. Kemudian kail ukuran sedang, lalu kail ukuran besar. Akhirnya alat pancing ikan. Saya bertanya padanya ke mana ia akan memancing, & ia menjawab ke pantai. Saya menawarkan perahu, & ia membeli perahu Chris Craft bermesin dua. Lalu katanya, mobil Honda Civic yang dimilikinya tak bisa menarik perahu itu, maka kami menuju ke bagian penjualan mobil, & ia membeli mobil Blazer 4x4."

Bosnya bertanya, "Seorang pembeli kemari hanya untuk membeli kail tapi kamu berhasil menjual perahu & mobil kepadanya?"

"Tidak pak, sebenarnya ia hanya mau membeli pembalut wanita untuk istrinya & saya hanya menyarankan, "Bagaimana kalau akhir pekan ini Anda manfaatkan untuk memancing?'"

Pesan Moral,
Ternyata kualitas pelayanan yg penuh keramahtamahan & kehangatan bisa menyentuh hati tiap orang. Berilah perhatian & layanilah setiap org disekitarmu dgn tulus, lebih dari pada ketika anda memberikan pelayanan terbaik dlm setiap usahamu. Keluarga harmonis & kehidupan yg bahagia akan datang dgn sendirinya..
 

---oOo---

MENTAL CASH FLOW QUADRANT


Cashflow Quadrant digunakan untuk mengukur sukses tidaknya seseorang secara MENTAL, bukan dari profesinya.

Cashflow Quadrant mengelompokan mental orang ke dalam 4 kuadran yaitu (lihat gambar):
1. Mental E = Employee.
2. Mental S  = Self Employed.
3. Mental B = Business owner.
4. Mental I = Investor.
Di bawah sendiri diberikan penjelasan apa dan bagaimana mental E, S, B, dan I tsb.

Mental entrepreneur ada di sisi kanan, yaitu mental B atau I.
Mereka yang memiliki mental di kuadran KIRI (S atau E) akan kurang sukses, sedangkan yang memiliki mental di kuadran kanan (B atau I) akan sukses, apapun profesinya.
Cashflow Quadrant pertama kali diperkenalkan oleh Robert T. Kiyosaki.
Kalau kita tidak membaca secara lengkap seluruh buku-buku Robert T. Kiyosaki, juga tidak membaca berbagai referensi lainnya. Maka kita akan terjebak dalam pemahaman yang tidak tepat, sehingga beranggapan bahwa kuadran itu mengenai PROFESI seseorang.
Misalkan profesi Dokter, Pengacara, Notaris, Musisi, Pelukis, dsb, dianggap berada di Kuadran (Self Employed), padahal tidak demikian. Penggambaran profesi itu hanya untuk memudahkan pemahaman awal dari pembacanya.
Pemahaman sesungguhnya adalah, bila seorang pengacara atau dokter tsb memiliki MENTAL (Self Employee), maka pengacara/dokter itu akan lebih sukses dibandingkan pengacara/dokter yang memiliki mental (Employee).
Kalau pengacara/dokter itu memiliki mental Business owner. akan lebih sukses lagi, dan pasti akan sangat sukses bila memiliki mental tertinggi yaitu mental Investor.
jadi yang dimaksud E, S, B, I itu adalah MENTAL-nya bukan PROFESI-nya.
Contoh mudahnya adalah  katakan saja Tanri Abeng, beliau selama ini jelas-jelas sebagai pekerja/karyawan, namun beliau memiliki mental  (Investor). Maka tentu saja beliau sukses luar biasa.
Contoh lainnya : Sri Mulyani , beliau sekarang kan karyawannya Bank Dunia (jabatannya Kepala Eksekutif II). Namun beliau memiliki mental Self Employed. , tentu saja sangat sukses.
Contoh lain lagi : Penjual bakso keliling, dia seorang wiraswasta. Namun kalau mentalnya adalah mental  (Employee), maka usaha baksonya sulit untuk berkembang, dan akan tetap seperti itu, yaitu sebagai penjual bakso keliling. Jika berusaha meningkatkan mentalnya menjadi mental (Self Employed), maka usaha baksonya bisa berkembang walaupun perkembangannya lambat, sehingga pelanggannya banyak, omsetnya bertambah.
Jika dia berusaha keras meningkatkan mentalnya sehingga memiliki mental (Business Owner), maka usaha baksonya akan berkembang dengan cepat dan mampu membuka lapangan kerja, mampu membentuk tim, mampu mensejahterakan banyak orang, dstnya. Dia akan memiliki beberapa restoran bakso, juga banyak unit bakso keliling, dstnya.
Yang terpenting adalah mentalnya bukan profesinya.
Apapun profesi anda, tingkatkan mental anda.
Apakah anda sebagai karyawan, atau sedang wiraswasta, atau berprofesi pengacara, notaris, dokter, dsb, tingkatkan mental anda.
Berusaha keraslah melatih diri agar mental anda meningkat, yang mula-mula bermental E, meningkat menjadi bermental S, kemudian B, dan akhirnya bermental paling tinggi yaitu I.
Semakin meningkat mental anda, apapun profesinya, maka otomatis akan semakin sukses.
Kalau anda masih memiliki mental Employee atau Self Employed, maka apapun profesi anda, tentu tidak begitu sukses.
Namun kalau anda sudah memiliki mental Business owner atau Investor, maka apapun profesi anda, tentu otomatis sukses. Kalau anda berwiraswasta, maka anda menjadi wiraswastawan yang sukses. Kalau anda seorang karyawan, maka pasti anda karyawan yang sukses, karena memiliki mental Business owner atau Investor.
Jadi berusaha keraslah meningkatkan diri dengan menambah pengetahuan, pengalaman, dan melatih diri, sehingga mentalnya meningkat dan berada di kuadran Kanan (B atau I).
Semoga bermanfaat.
Tambahan :
Menanggapi beberapa komentar, disini perlu dijelaskan seperti apa mental E, S, B, I itu, sbb :
Mental E (Employee) :
  • Enggan meningkatkan diri
  • Tidak mampu menunda kenyamanan.
  • Menunggu disuruh
  • Kurang Inisiatif
  • Berusaha bekerja cerdas saja alias malas
  • Kalau menjadi atasan, cenderung ngebos (tidak me-manage)
  • Cenderung memikirkan dirinya sendiri
  • dsb
Mental S (Self Employed) :
  • Setingkat lebih baik dibandingkan mental E.
  • Mampu menunda kenyamanan.
  • Berusaha meningkatkan diri.
  • Berusaha berinisiatif.
  • Berusaha bekerja keras dan cerdas.
  • Mampu bekerja mandiri, namun sulit bekerja dalam tim.
  • Tidak mampu mendelegasikan pekerjaan.
  • Kalau menjadi atasan, kurang mampu mengelola dan tidak mampu mengajari/mendidik bawahannya sehingga berakibat tidak tercipta kerja tim yang bersinergi.
  • Cenderung memikirkan kesuksesan dirinya sendiri.
  • dsb
Mental B (Business owner) :
  • Setingkat lebih baik dibandingkan S.
  • Mampu menunda kenyamanan.
  • Berusaha keras meningkatkan diri
  • Berusaha keras berinisiatif
  • Berusaha bekerja keras dan cerdas
  • Mampu bekerja mandiri dan mampu bekerja dalam tim
  • Mampu mendelegasikan pekerjaan (dalam arti segala sesuatunya tetap berjalan dengan baik, walau pun dirinya tidak ada untuk sementara waktu).
  • Kalau menjadi atasan, mampu mengelola dengan baik, dan mampu mengajari/mendidik bawahannya sedemikian rupa sehingga tercipta kerja tim yang bersinergi dan berkembang.
  • Mampu memimpin tim dan mengontrol tim terus-menerus sehingga dapat mencapai sasaran/tujuan timnya.
  • Cenderung memikirkan kesuksesan bawahannya, atasannya, koleganya, timnya, dsb, dibandingkan memikirkan kesuksesan dirinya sendiri.
  • Senantiasa berusaha agar segala sesuatunya tidak bergantung pada dirinya atau pada person/orang, melainkan bergantung pada sistem.
  • Jujur, dermawan, rendah hati, dan amanah (bertanggung jawab)..
  • dsb
Mental I (Investor) :
  • Setingkat lebih baik dibandingkan B.
  • Semua yang ada di B juga ada pada I, ditambah dengan mampu menciptakan/membentuk sistem (software, hardware, dan humanware) sedemikian rupa sehingga sistem tersebut dapat berjalan dan berkembang sendiri.
Berusaha dan berlatihlah sedemikian rupa sehingga minimal memiliki mental B. Karena, begitu kita memiliki mental B, otomatis kita akan sukses, apa pun pekerjaan kita, apa pun profesi kita.
Semoga bermanfaat.

Perawatan Rambut


Merawat rambut agar lebih subur dan terlihat indah juga bias dengan cara alami
juga. Tentunya kita harus sabar dan telaten, namun kita akan mendapatkan hasil yang
memuaskan dan permanen. Cara tradisional dari nenek moyang untuk merawat keindahan
rambut adalah dengan mencucinya atau membasuhnya dengan air teh kemarin atau sering
disebut air teh bari. Fungsinya untuk menyuburkan rambut dan membuatnya indah.
Selain itu cobalah mengoleskan sari lidah buaya pada rambut, diamkan hingga mongering
lalu basuh dengan air, maka rambut akan lebih indah alami dan tentunya hitam mengkilap.
Cara sederhana yang lainnya yaitu untuk menghilangakan ketombe dengan buah jeruk nipis,
buah yang satu ini memiliki kemampuan untuk mengusir ketombe dari kulit kepala. Caranya
belah jeruk nips menjadi dua lalu gosok-gosokan perlahan ke kulit kepala. Memang akan
terasa perih namun hanya sebentar dan setelah mengering baru keramas dengan shampoo.
Menggunakan shampo alami juga merupakan alternative agar rambut kita sehat dan
indah yaitu dengan Londo Merang.
Londo merang ialah tangkai padi yang dibakar terus abunya dicampur dengan air, kemudian
airnya disaring dengan kain, maka air saringan tersebut namanya londo merang. Pada zaman
dulu nenek moyang kita belum mengenal shampo dan mereka menggunakan londo merang
untuk mencuci rambut mereka. Londo merang sangat bermanfaat untuk membasmi
ketombe dan menguatkan tumbuhnya rambut agar tidak lekas rontok.
Selain itu jika ingin menggunakan minyak rambut gunakanlah minyak cenceman
yaitu minyak kelapa murni, caranya santan kelapa direbus terus, lama-kelamaan maka akan
menghasilkan minyak kelapa murni. Manfaatnya untuk membasmi ketombe dan membasmi
gatal-gatal di kulit kepala akibat ketombe.
Perawatan kuku secara alami yaitu dengan mengoleskan atau menggosok-gosokan
jeruk nipis pada kuku kita, selain akan menjadikan kuku kita mengkilap juga dapat
membersihkan dan menghilangkan bau tak sedap di kuku terutama kuku kaki. Selain itu
direndam juga dalam baskom air hangat yang berisi garam dan perasan air jeruk nipis juga
bagus untuk membersihkan kuku dan merawat kecantikan kuku.
 

Info Sepak Bola (FIFA) Online

On Twitter